Start Planning
Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi 2019 dan 2020

Salah satu hari libur nasional terunik di Indonesia adalah Tahun Baru Hindu. Tahun Baru Hindu juga dikenal dengan nama Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi merupakan hari yang penuh dengan kesunyian, dan refleksi diri. Dirayakan pada hari pertama yang dihitung berdasarkan Kalendar Saka. Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali dapat berlangsung selama beberapa hari.

TahunTanggalHariHari Libur
20197 MaretKamisHari Raya Nyepi
202025 MaretRabuHari Raya Nyepi

Tiga Hari sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi

Terdapat beberapa ritual yang dilakukan oleh para penganut agama Hindu di Bali untuk merayakan kedatangan Tahun Baru Hindu. Tiga hari sebelum hari Raya Nyepi, dilakukan Ritual Melasti. Ritual ini biasanya dilakukan di sebuah sumber air yang dekat dengan Pura, tempat ibadah agama Hindu.  Sumber air yang digunakan dari air laut dipercaya mampu mensucikan semua benda atau kotoran alam semesta lainnya.

Malam Perayaan Tahun Baru Hindu

Pada malam perayaan tahun baru Hindu di Bali, ritual Bhuta Yudna dilakukan oleh setiap komunitas Hindu. Ritual ini dilakukan untuk menghapus dan mengusir efek negatif dari iblis dari Pulau Bali dan penduduknya. Menurut kepercayaan agama Hindu, tanggung jawab untuk memelihara keseimbangan atau harmoni antara Tuhan, bumi,dan manusia berada di tangan manusianya.

Dalam melaksanakan ritual ini, orang-orang Hindu Bali membuat sebuah patung besar yang berasal dari bamboo dan kertas. Patung ini merupakan representasi dari Iblis dan semua makhluk jahat. Patung-patung ini dikenal dengan nama “Ogoh-Ogoh”. Banyak patung Ogoh-Ogoh ini ditemui dalam bentuk parade dan dibuat oleh para kaum muda dari desa-desa di Bali. Sedangkan, Ogoh-Ogoh yang paling bagus biasanya dibuat oleh para seniman Bali.

Setelah Ogoh-Ogoh dibuat, kemudian dibawa kesebuah parade yang dilakukan di jalan besar sehingga dapat dilihat oleh banyak orang. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Ogoh-Ogoh akan menyerap semua energy negatif dari para penjaga roh iblis maupun pengawasnya. Setelah parade selesai dilakukan, Ogoh-Ogoh kemudian dibakar di atas api unggun di sebuah area terbuka. Sebagai tambahan untuk ritual pengusiran iblis dan pensucian masyarakat Bali dari gangguan iblis, maka api unggun juga dipercaya sebagai cara untuk menyenangkan Batara Kala, dewa penjaga neraka.

Ritual yang dilakukan pada Hari Hari Suci Nyepi Tahun Baru Umat Hindu

Pada perayaan Tahun Baru Hindu, umat Hindu melaksanakan berbagai ritual. Aspek pertama dari ritual Hari Raya Nyepi adalah “Amati Geni.” “Amati Geni” merupakan sebuah ritual yang melarang penggunaan api atau cahaya di wilayah Bali selama Hari Raya Nyepi. “Amati Geni” juga melarang penggunaan listrik.

Aspek kedua dari ritual Nyepi adalah “Amati Karya.” Menurut ritual “Amati Karya” tidak seorangpun di Bali yang diizinkan untuk bekerja selama Hari Raya Nyepi. Aspek ketiga dari ritual adalah “Amati Lelunganan”, yang menyatakan bahwa tidak seorangpun diizinkan untuk berpergian selama Hari Raya Nyepi berlangsung. Aspek terakhir dari ritual Nyepi adalah “Amati Lelanguan”. Ritual ini menyatakan bahwa setiap orang di Bali harus berpuasa selama berlangsungnya Hari Raya Nyepi. “Amati Lelanguan” juga mengharuskan orang-orang di Bali untuk menahan diri dari kegiatan yang bersifat hiburan.

Selama Hari Kesunyian ini, masyarakat Hindu Bali diharapkan untuk melakukan refleksi akan perilaku yang mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir. Beberapa orang Bali memanfaatkan kesempatan ini untuk beristirahat dan berpikir tentang cara untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka di tahun mendatang. Guna memastikan bahwa seluruh aspek ritual dilaksanakan, maka beberapa anggota Kepolisian Bali berpatroli di seluruh wilayah pulau Bali. Semua orang di Bali harus mematuhi semua ritual Nyepi tersebut. Itulah sebabnya, bandar udara Balipun tertutup sepanjang hari dari kunjungan turis. Para pengunjung harus tetap berdiam diri di rumah atau penginapan mereka, atau mereka dapat pergi meninggalkan pulau Bali.

Hari Kesunyian ini merupakan sebuah tradisi yang diawali di masa lampau yangmana orang Bali meyakini bahwa dengan berdiam diri selama sehari penuh selama perayaan maka akan mengelabui roh jahat, karena para roh jahat akan berpikir bahwa Pulau Bali tidak berpenghuni. Berdasarkan keyakinan ini maka roh-roh jahat akan meninggalkan pulau dengan sendirinya karena tidak dapat melaksanakan tujuan utama mereka yang ingin menyiksa manusia.